JAKARTA - Upaya menjaga ketersediaan energi di wilayah perbatasan kembali diuji ketika sebuah pesawat kargo pengangkut BBM satu harga mengalami kecelakaan di Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara.
Insiden tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi terganggunya pasokan bahan bakar minyak di kawasan terpencil yang bergantung pada moda transportasi udara.
Namun, alih-alih membiarkan kecemasan berkembang, langkah cepat segera diambil untuk memastikan distribusi tetap berjalan.
Koordinasi lintas unit dilakukan agar pelayanan energi kepada warga tidak terhenti, terutama menjelang periode ibadah puasa yang membutuhkan kelancaran akses energi untuk aktivitas harian.
Pihak Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM satu harga di Krayan tetap tersedia dan dapat disalurkan tanpa kelangkaan. Jaminan ini diberikan menyusul insiden pesawat kargo pembawa BBM satu harga yang jatuh di wilayah tersebut.
Melalui sinergi operasional antara unit regional Kalimantan dan PT Patra Logistik, distribusi kembali dijalankan sesuai rencana, menegaskan bahwa gangguan operasional tidak menghambat komitmen pelayanan energi di daerah perbatasan.
Distribusi Energi Tetap Berjalan Normal
Koordinasi intensif menjadi kunci agar pengiriman BBM ke Krayan bisa segera dilanjutkan. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan pengiriman BBM satu harga kembali dilakukan menggunakan armada pesawat Air Tractor AT-802 untuk menyalurkan produk Pertalite ke SPBU 3T Krayan pada Sabtu kemarin.
Langkah ini menunjukkan kesiapan operator dalam menyiapkan armada pengganti agar distribusi tidak terputus.
“Alhamdulillah, berkat koordinasi dan best effort seluruh tim serta sinergi Pertamina Patra Niaga dan Patra Logistik, proses administrasi maupun operasional pengiriman berjalan lancar sehingga supply BBM ke Krayan tetap terjaga,” ujar Edi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa mekanisme darurat telah berjalan efektif, sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Di lapangan, pendistribusian ke SPBU 3T Krayan kembali berjalan normal. Kehadiran armada pengganti memperlihatkan kesiapan logistik untuk wilayah dengan tantangan geografis tinggi. Rantai pasok yang kembali pulih ini menjadi penopang utama aktivitas warga, termasuk transportasi lokal, layanan publik, dan kegiatan ekonomi harian yang bergantung pada BBM.
Stok Aman di Wilayah Perbatasan
Selain memastikan distribusi berjalan, Pertamina Patra Niaga menegaskan stok BBM di wilayah Krayan berada dalam kondisi aman. Pelayanan kepada masyarakat pun tetap berjalan seperti biasa. Kepastian stok ini penting untuk meredam kekhawatiran warga yang sempat muncul setelah kabar insiden pesawat kargo menyebar.
Pengiriman BBM satu harga di wilayah perbatasan dan Daerah 3T merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk menjaga akses energi yang adil dan merata.
Dengan kondisi geografis yang menantang, keberlanjutan pasokan di Krayan menjadi indikator ketangguhan sistem distribusi energi nasional. Upaya pemantauan stok dan kesiapan armada pengganti menjadi elemen krusial agar gangguan tak berujung pada kelangkaan di tingkat konsumen.
Keberhasilan menjaga stok tetap aman juga mencerminkan kesiapan prosedur kontinjensi. Setiap potensi hambatan, baik cuaca maupun insiden operasional, telah diantisipasi melalui skema pengalihan armada dan penguatan koordinasi antaranak perusahaan. Dengan demikian, layanan energi di perbatasan tetap terjaga stabil.
Sinergi Logistik Antarunit Pertamina
Kunci keberlanjutan pasokan di Krayan terletak pada sinergi antarunit. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bekerja erat dengan PT Patra Logistik untuk memastikan pengiriman BBM dapat segera dilanjutkan pascainsiden. Sinergi ini mencakup aspek administrasi, kesiapan armada, hingga pengaturan rute distribusi yang menyesuaikan kondisi lapangan.
Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa pengelolaan logistik energi di wilayah terpencil membutuhkan orkestrasi lintas fungsi. Bukan sekadar mengirim BBM, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan aman, cepat, dan sesuai standar operasional. Koordinasi tersebut menjadi fondasi agar layanan publik tetap berjalan meski menghadapi situasi tak terduga.
Dengan dukungan unit logistik, pengiriman BBM satu harga kembali dilakukan tepat waktu. Ini memperlihatkan bahwa sistem distribusi memiliki lapisan pengaman yang memungkinkan respons cepat ketika terjadi gangguan. Sinergi yang solid juga memperkuat kepercayaan publik bahwa pasokan energi nasional memiliki ketahanan yang memadai.
Menjaga Akses Energi Selama Ramadan
Sejalan dengan upaya menjaga pasokan, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa perusahaan terus memonitor ketersediaan dan pendistribusian energi selama masa Ramadan.
Fokus pengawasan ini bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa kekhawatiran kekurangan energi.
“Salah satu aksi akselerasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan ini juga dalam rangka menyediakan energi dan mendukung agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dengan ketersediaan energi yang cukup,” pungkas Roberth.
Pernyataan ini menegaskan bahwa dimensi sosial menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan pasokan BBM, khususnya di wilayah perbatasan.
Dengan pasokan yang terjaga, aktivitas masyarakat Krayan diharapkan tetap berjalan normal. Distribusi energi yang lancar tidak hanya menopang mobilitas, tetapi juga memastikan layanan publik, kegiatan ekonomi lokal, serta kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi. Langkah cepat pascainsiden menunjukkan bahwa komitmen menjaga akses energi merata bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata di lapangan.