AAUI

AAUI Tegaskan Asuransi Umum Belum Terlibat Dalam Kopdes Merah Putih

AAUI Tegaskan Asuransi Umum Belum Terlibat Dalam Kopdes Merah Putih
AAUI Tegaskan Asuransi Umum Belum Terlibat Dalam Kopdes Merah Putih

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah mengembangkan program Kopdes Merah Putih, yang bertujuan untuk membangun lebih dari 80.000 gerai fisik koperasi desa di seluruh Tanah Air. 

Proyek besar ini, yang menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat ekonomi desa, menargetkan sebanyak 26.000 titik gerai harus sudah terbangun pada April 2026. 

Meski demikian, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan bahwa industri asuransi umum belum dilibatkan dalam proses pembangunan dan operasional Kopdes Merah Putih, yang sejatinya bisa membuka peluang besar bagi sektor asuransi.

Keterlibatan Asuransi dalam Program Kopdes Merah Putih

Menurut Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, pihaknya telah beberapa kali memberikan sinyal agar industri asuransi dilibatkan dalam pengembangan Kopdes Merah Putih. 

Namun, meski sudah ada permintaan untuk dilibatkan, sejauh ini belum ada respons konkret dari pihak yang mengelola program tersebut. 

Hal ini tentu menjadi perhatian bagi AAUI, mengingat adanya potensi besar yang bisa dimanfaatkan industri asuransi dalam mendukung dan memperkuat koperasi desa melalui produk asuransi yang relevan.

Budi Herawan menjelaskan bahwa pihaknya menganggap program Kopdes Merah Putih sebagai peluang yang sangat baik bagi industri asuransi umum. Namun, hingga kini, koperasi yang terlibat dalam proyek tersebut belum melihat pentingnya kontribusi dari sektor asuransi. 

Meski begitu, AAUI tetap berharap dapat menemukan cara yang tepat untuk melibatkan asuransi dalam tahap berikutnya dari program ini, terutama saat seluruh gerai Kopdes Merah Putih mulai beroperasi secara penuh.

Peluang dan Tantangan Kolaborasi Asuransi dengan Koperasi Desa

Budi juga menyoroti beberapa tantangan yang perlu diatasi sebelum asuransi umum dapat dilibatkan dalam program ini. Salah satunya adalah mengenai sumber pembayaran premi yang akan diterapkan jika asuransi dilibatkan. 

“Jika koperasi memiliki anggota, maka ujung-ujungnya yang akan membayar premi adalah anggota koperasi itu sendiri. Kami harus memastikan apakah anggota koperasi siap untuk membebani diri mereka dengan premi tambahan,” ujarnya.

Hal ini tentunya perlu dipertimbangkan lebih matang, karena pengenalan asuransi di lingkungan koperasi desa harus dilakukan dengan cara yang tidak membebani anggotanya, tetapi tetap memberikan manfaat yang jelas. 

Meskipun demikian, Budi Herawan tetap optimis bahwa ada cara untuk membuat skema asuransi yang sesuai dengan kondisi koperasi desa, sehingga keberadaan asuransi bisa menambah nilai bagi anggota tanpa menambah beban yang terlalu besar.

Pentingnya Peran Asuransi untuk Penguatan Ekonomi Desa

Menurut AAUI, sektor asuransi dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat ekonomi desa melalui produk asuransi yang dapat melindungi para anggota koperasi dari risiko yang mungkin terjadi, baik itu berupa kecelakaan, bencana alam, atau kerugian ekonomi lainnya. 

Produk asuransi yang tepat dapat menjadi instrumen yang membantu koperasi desa bertumbuh lebih stabil dan memberikan rasa aman bagi anggotanya.

Lebih lanjut, peran asuransi umum dapat memperkuat ketahanan ekonomi koperasi desa, yang umumnya merupakan sektor yang rentan terhadap risiko. 

Dengan adanya asuransi, koperasi dapat memiliki perlindungan yang lebih baik, sehingga dapat mengelola risiko yang mungkin timbul, seperti kerugian akibat bencana alam atau kejadian tak terduga lainnya.

Kinerja Industri Asuransi Umum dan Prospek ke Depan

Meskipun belum dilibatkan dalam program Kopdes Merah Putih, kinerja industri asuransi umum Indonesia tercatat cukup baik. Data terbaru dari AAUI menunjukkan bahwa pendapatan premi asuransi umum per akhir 2025 mencapai Rp 112,81 triliun, yang menunjukkan kenaikan sebesar 4,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Selain itu, industri asuransi umum juga mencatatkan total klaim yang dibayarkan sebesar Rp 48,96 triliun pada akhir 2025, yang meningkat 4,1% dari tahun sebelumnya.

Pencapaian ini mencerminkan bahwa sektor asuransi umum terus berkembang meskipun ada tantangan di sektor-sektor tertentu, seperti dalam hal keterlibatan dengan program pemerintah seperti Kopdes Merah Putih. 

Oleh karena itu, industri asuransi diharapkan dapat lebih aktif dalam menjalin kolaborasi dengan berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat sektor ekonomi di Indonesia, termasuk di sektor koperasi desa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index