Kapal Pelni

Tiket Kapal Pelni H-3 Lebaran Tarakan Sudah Ludes Terjual

Tiket Kapal Pelni H-3 Lebaran Tarakan Sudah Ludes Terjual
Tiket Kapal Pelni H-3 Lebaran Tarakan Sudah Ludes Terjual

JAKARTA - Menjelang Idulfitri 2026, antusiasme masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik sudah terasa jauh lebih awal dari yang diperkirakan. 

Meskipun hari raya masih sekitar 25 hari lagi, tiket kapal Pelni untuk keberangkatan H-3 Lebaran dari Tarakan telah habis terjual. 

Hal ini menunjukkan tingginya permintaan untuk bepergian lebih awal, agar dapat menghindari kepadatan yang biasanya terjadi menjelang Lebaran. 

Keadaan ini juga dapat dikaitkan dengan fakta bahwa tidak ada kenaikan harga tiket untuk perjalanan pada hari besar, yang sering menjadi pertimbangan bagi para pemudik.

Pola Pembelian Tiket yang Cepat dari Masyarakat

Kepala Cabang Pelni Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, menjelaskan bahwa gelombang mudik tahun ini datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Berdasarkan data yang ada, tiket kapal untuk keberangkatan pada 16 Maret 2026 (H-3 Lebaran) telah sepenuhnya terjual.

"Antusiasme masyarakat memang cukup tinggi. Kami melihat tren pembelian tiket tahun ini menunjukkan pola yang lebih cepat dibandingkan hari biasa. Banyak calon penumpang tidak ingin mengambil risiko kehabisan tiket, terutama untuk jadwal mendekati puncak arus mudik," jelas Ferdy.

Dengan habisnya tiket untuk keberangkatan H-3 Lebaran, pihak Pelni mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli tiket melalui jalur yang tidak resmi, seperti calo atau pihak yang tidak memiliki otoritas. 

Penawaran tiket dari jalur yang tidak resmi dapat merugikan penumpang, baik dari sisi harga yang tidak wajar maupun ketidakpastian jadwal keberangkatan.

Sistem Penjualan Tiket yang Transparan dan Terintegrasi

Pelni telah memperbarui sistem penjualannya dengan sistem daring yang terintegrasi dan transparan. Dengan sistem ini, jika ada pembatalan tiket dari penumpang, kursi yang dibatalkan akan otomatis kembali ke dalam sistem dan bisa langsung dibeli oleh calon penumpang lainnya. 

Hal ini meminimalisir peluang bagi oknum calo untuk bermain harga atau mengedarkan tiket palsu. Namun, meski sistem sudah terjamin, pihak Pelni tetap mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, terutama pada periode tinggi permintaan seperti menjelang Lebaran.

Ferdy menambahkan, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk mencegah adanya aktivitas calo yang bisa merugikan penumpang. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk hanya membeli tiket melalui saluran resmi, seperti aplikasi Pelni Mobile, agen perjalanan yang sudah bekerja sama dengan Pelni, atau melalui kanal penjualan online yang telah ditentukan.

Rute Tarakan-Surabaya Masih Belum Dibuka, Konektivitas Melalui Skema Transit

Terkait dengan pembukaan rute langsung dari Tarakan ke Surabaya, Ferdy mengungkapkan bahwa hingga saat ini rute tersebut belum dibuka karena keterbatasan armada yang dimiliki Pelni. Armada yang ada saat ini belum mencakup kapasitas yang cukup untuk melayani rute yang lebih panjang.

"Jika rute diperpanjang hingga Surabaya, waktu tempuh kapal akan semakin panjang dan perputaran kapal akan menjadi lebih lama. Kondisi ini bisa mengurangi frekuensi kunjungan kapal ke Tarakan. Kami khawatir, hal tersebut justru akan mengganggu pola pelayanan yang sudah berjalan stabil," ujar Ferdy.

Sebagai solusi, Pelni tetap mengarahkan penumpang untuk menggunakan skema transit melalui Balikpapan. Penumpang dari Tarakan dapat menggunakan kapal KM Lambelu atau KM Bukit Siguntang untuk menuju Balikpapan, kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya menggunakan kapal lanjutan.

"Skema transit ini sudah berjalan cukup lama dan umumnya masyarakat sudah memahami mekanismenya. Kapal dari Tarakan biasanya tiba malam hari di Balikpapan, lalu paginya ada kapal lanjutan ke Surabaya. Meskipun waktu tempuhnya lebih panjang, pola koneksi ini efektif untuk menjaga kesinambungan pelayanan," jelasnya.

Tantangan Pelni dan Solusi untuk Mendukung Mobilitas Lebaran

Meski rute langsung Tarakan-Surabaya belum dibuka, Pelni memastikan bahwa permintaan untuk pembukaan rute tersebut telah disampaikan kepada kantor pusat. Namun, keputusan akhir mengenai pembukaan rute tersebut akan tetap diputuskan oleh manajemen pusat Pelni dan Kementerian Perhubungan.

"Jika nantinya ada kebijakan pembukaan rute langsung Tarakan–Surabaya, kami siap melayani. Tapi untuk saat ini, kami tetap mengikuti pola yang berlaku. Kami berusaha memastikan agar perjalanan para pemudik tetap berjalan lancar," kata Ferdy.

Pelni juga terus memantau dan menyiapkan skema yang lebih fleksibel bagi para pemudik agar dapat merasakan kenyamanan dan keamanan dalam perjalanan, meskipun tidak ada rute langsung menuju Surabaya. 

Dengan adanya skema transit yang sudah terbukti efektif, Pelni berharap mobilitas masyarakat dalam periode mudik dapat tetap terfasilitasi dengan baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index